Rabu, 02 April 2014

Mengenal Jenis Pupuk Kompos

Pupuk kompos adalah salah satu pupuk organik yang dibuat dengan cara menguraikan sisa-sisa tanaman dan hewan dengan bantuan mikto organisme yang hidup alami. Dalam membuat pupuk kompos diperlukan bahan pembuat seperti material organik dan organisme yang bertindak sebagai pengurai. Adapun organisme pengurainya bisa berupa mikroorganisme ataupun makroorganisme.
Cara Pembuatan, Dasar, Organik, Kompos, Pupuk, Cair, Tips dan Trik
Wikipedia.org
Salah satu contoh pengomposan secara alami adalah adanya humus. Namun prosesnya berjalan sangat lambat, bahkan bisa sampai berbulan-bulan lamanya atau bahkan hingga tahunan. Kemudian umat manusia memodifikasi proses penguraian material organik tersebut. Sehingga pengomposan yang dilakukan dapat terjadi dalam waktu yang relatif lebih singkat.
Pupuk kompos sangat mudah dibuat dan teknologinya yang digunakannya juga sangat sederhana. Siapapun bisa mengerjakannya, baik untuk skala pertanian maupun sekadar keperluan pekarangan. Bahkan pupuk kompos bisa dibuat di dapur untuk skala rumah tangga.

Jenis-jenis pupuk kompos

Perbedaan jenis-jenis pupuk kompos biasanya dilihat dari tiga aspek.
  1. dilihat dari proses pembuatannya, yaitu ada kompos aerob dan anaerob.
  2. dilihat dari dekomposernya, ada kompos yang menggunakan mikroorganisme ada juga yang memanfaatkan aktivitas makroorganisme.
  3. dilihat dari bentuknya ada yang berbentuk padat dan ada juga yang cair. Berikut ini beberapa contoh dari jenis-jenis pupuk kompos yang umum dipakai.

1. Pupuk kompos Aerob

Pupuk kompos aerob dibuat melalui proses biokimia yang melibatkan oksigen dalam pembuatannya. Bahan utama pembuatan pupuk kompos aerob adalah sisa tanaman, kotoran hewan atau bisa campuran keduanya. Proses pembuatannya kompos jenis ini memerlukan waktu 40-50 hari, untuk lebih jelasnya silahkan baca cara membuat kompos. Lamanya waktu dekomposisi tergantung dari jenis dekomposer dan bahan baku pupuk.

2. Pupuk Bokashi

Pupuk bokashi merupakan salah satu tipe pupuk kompos anaerob yang paling terkenal adalah pupuk bokashi. Ciri khas pupuk bokashi terletak pada jenis inokulan yang digunakan sebagai starter-nya, yaitu  efektif mikroorganisme (EM4) . Inokulan ini terdiri dari campuran berbagai macam mikroorganisme pilihan yang bisa mendekomposisi bahan organik dengan cepat dan efektif. Untuk mengetahui cara membuatnya, silahkan baca artikel cara membuat pupuk bokashi.

3. Vermikompos

Vermikompos merupakan salah satu produk kompos yang memanfaatkan makroorganisme sebagai pengurai. Makroorganisme yang digunakan adalah cacing tanah dari jenis Lumbricus atau jenis lainnya. Vermikompos dibuat dengan cara memberikan bahan organik sebagai pakan kepada cacing tanah. Kotoran yang dihasilkan cacing tanah inilah yang dinamakan vermikompos. Jenis organisme lain yang bisa digunakan untuk membuat kompos adalah belatung (maggot black soldier fly).

4. Pupuk organik cair

Pupuk organik cair merupakan pupuk kompos yang dibuat dengan cara pengomposan basah. Prosesnya bisa berlangsung aerob ataupun anaerob. Pupuk organik cair dibuat karena lebih mudah diserap oleh tanaman. Dari beberapa praktek, pupuk organik cair lebih efektif diberikan pada daun dibanding pada akar (kecuali pada sistem hidroponik). Penyemprotan pupuk organik cair pada daun harus menggunakan takaran atau dosis yang tepat. Pemberian dosis yang berlebihan akan menyebabkan kelayuan daun dengan cepat.
Terima kasih sudah berkenan mengunjungi blog ini.
Salam Hijau

Tidak ada komentar:

Posting Komentar